Saya Adalah Magnet Uang
namun pada saat anda mengalami losing streak, kita akan sangat takut untuk mengambil posisi baru, meskipun system kita memberi sinyal yg sangat jelas, meskipun semua indicator saling confirm, kita masih akan menahan diri untuk open position, takut kita akan mengalami loss lagi, akibatnya malah kita akan kehilangan kesempatan.
perlu di ingat, bahwa setiap trade adalah sebuah kejadian yg terpisah, jika anda loss pada trade sebelumnya, tidak ada jaminan sama sekali bahwa anda akan loss juga pada trade kali ini, tapi jika loss terjadi secara berturut2 pastilah mental kita akan terpengaruh.
loss/gain sama sekali tidak ada hubungannya dengan arah IHSG, tapi dipengaruhi oleh kondisi mental anda, apakah anda dalam kondisi yg optimal/percaya diri , ataukah anda sedang "takut loss" . IHSG bisa naik banyak tapi jika anda sedang ketakutan, percayalah anda bisa loss saat market lagi up. tapi jika anda bisa berpikir jernih, anda yakin pada system anda, meskipun IHSG lagi down , anda masih bisa gain.
oleh karena itulah kita harus berusaha membentuk agar kondisi mental kita selalu dalam keadaan sebagai winner, kita bisa memakai cara self-motivate, setiap pagi sebelum open, kita harus memotivasi diri kita sendiri, agar tidak lupa, saya membuatnya sebagai wallpaper di desktop saya, sehingga pada saat komp nyala, itu adalah hal yang pertama yg kita baca.
kalimat yg saya gunakan " saya adalah magnet uang, semua transaksi yang saya lakukan hari ini adalah keputusan yang terbaik untuk mencapai gain sebesar-besarnya" itu cuma contoh, terserah anda hendak menggunakan versi bagaimana, yg paling penting pada saat anda membacanya, bacalah dengan penuh keyakinan, dan percaya bahwa apa yg kita baca adalah sebuah kebenaran, jika anda skeptis dengan metode ini, atau cuma asal-asalan membacanya, lebih baik tidak usah dilakukan, coz it's just waste your time.
namun yg paling penting, anda sudah memiliki system yg bisa diandalkan, karena jika cuma percaya diri tapi anda tidak memiliki system, hasilnya malah akan lebih parah, karena anda malah akan over PD saat sedang losing streak.
good luck
share on: facebook
kasta dalam saham
saya membentuk sistem kasta untuk saham2 yang ada di BEI, pengklasifikasiannya sbb:
1. Elite Team
ini adalah kelompok saham BEST OF THE BEST, bukan berdasarkan laporan keuangannya, tapi murni berdasarkan gerakannya. saham yg masuk dalam kasta ini adalah saham yg swingnya sangat gampang di ikuti, dan kita "click" dengan saham tersebut, kita mampu merasakan dimana saham ini akan berbalik arah, saya yakin rekan-rekan sekalian pasti jg memiliki 1-2 saham yang sepertinya kita bisa menebak sebagian besar gerakannya. namun selain gampang diikuti swingnya, syarat paling penting adalah saham ini mampu bergerak dengan cepat, bisa memberikan gain sebesar-besarnya dalam tempo sesingkat-singkatnya, jika kita mengambil kondisi militer, yg masuk dalam kasta ini adalah para pasukan elite : kopassus, navy seal, spartan ( dalam film 300: pembentukan kasta ini terinspirasi saat dulu saya nonton film 300)
semua saham yg masuk dalam kasta ini adalah prioritas utama dalam analisa kita, harus masuk dalam watchlist dalam running trade kita, margin bebas digunakan untuk membeli saham-saham ini.
2. kasta dua
tidak kepikiran memberikan nama untuk kasta ini, yg masuk dalam kategori ini adalah saham rata2, yang pergerakannya agak lambat, kita masih bisa mengikuti gerakannya berdasarkan TA, namun swingnya sangat lambat, sehari cuma naik 1-2 poin, contoh dalam kondisi militer : polisi.
kita baru bisa membeli saham yg masuk dalam kasta ini jika semua saham dalam elite team tidak ada yang memberikan sinyal beli, pembelian saham ini harus moderat, tidak bisa agresif, margin tidak disarankan untuk kasta ini, karena kita harus menyimpan dana free, seandainya ada saham dari elite team yang memberi sinyal buy. dan seandainya cash kita sdh habis, saham yang ada di kasta ini harus dikorbankan/ dijual bagaimanapun bagusnya chartnya, untuk membiayai pembelian saham kasta elite team.
3. kasta 3
ini adalah kasta untuk saham2 yang secara fundamental cukup bagus tapi tidak bergerak sama sekali, kita cukup memberikan perhatian seminggu sekali, tetap waspada atas pergerakan yang mulai muncul, jika ada sinyal buy pembelian untuk saham dalam kasta ini opsional, kita bisa beli bisa juga tidak, karena potensi gain untuk saham dalam kasta ini sangat limited, selain membuang fee kita juga membuang waktu untuk hold saham2 ini, saat tulisan ini dibuat, TLKM ISAT masuk dalam kasta ini. contoh dalam militer : satpam.
4. kasta 4
saham yang masuk dalam kasta ini adalah semua saham yang bentuknya dalam chart cuma sebuah garis, transaksi hariannya tidak bisa membentuk candle, saham yang kadang ditransaksikan kadang tidak, saham yang tidak bisa diikuti oleh indicator TA apapun, contoh dalam militer : petugas pos kamling
trading adalah pertempuran, jika anda seorang jendral dalam medan pertempuran, manakah yang akan anda bawa? sepasukan kopassus atau para petugas ronda?
penempatan saham dalam sebuah kasta juga diseleksi setiap saat, jika ada saham dari elite team yang swingnya mulai susah diikuti ataupun sudah tidak bergerak dengan cepat, maka sewaktu-waktu bisa diturunkan ke kasta di bawahnya
sejak mencoba style seperti ini performance saya jadi meningkat, kita jadi terfokus cuma hold saham yang terbaik swingnya, switching jadi lebih mudah, saham yang geraknya malas-malasan akan tersingkir dari portofolio, tujuan trading bukan hanya mencari uang, tapi bagaimana mencetak uang sebanyak-banyaknya dalam tempo sesingkat-singkatnya
good luck
share on: facebook
When Money Doesn't Matter
namun kadang kita akan terjebak pada angka perkembangan portofolio kita, setiap menit kerjaan kita cuma me-refresh last price untuk mengetahui posisi portofolio kita, dalam kondisi seperti ini kita sangat dipengaruhi oleh greed & fear, emosi kita bergerak seperti roller coaster, naik 1 poin kita merasa senang sekali, turun 1 poin kita mulai panik, mulai menyesali kenapa tidak sell pada saat harga masih tinggi, pernahkah anda mengalaminya? saya pernah...
pada saat ini semua keputusan trading kita cuma berdasarkan emosi saja, pengen cepat2 jualan karena takut harga akan lebih turun lagi, sama sekali tidak berdasarkan system. seiring dengan makin banyaknya pengalaman akhirnya pelan-pelan kondisi seperti ini dapat dihilangkan.
saat ini fokus utama saya adalah bagaimana trading dengan sebaik-baiknya, bukan bagaimana untung sebanyak-banyaknya. meskipun kelihatannya cuma perbedaan yg tipis, tapi dengan berubahnya mindset kita, semua keputusan trading kita juga akan berubah.
gain cuma perlu dihitung akhir bulan saja, tidak perlu setiap saat dipelototi, fokus utama kita seharusnya adalah bagaimana system yang telah kita rancang mampu mengikuti fluktuasi market, untuk seorang trader sejati KEPUASAN TERTINGGI ADALAH MAMPU MENGIKUTI SEBAGIAN BESAR SWING DARI MARKET, UANG HANYALAH BONUS.
jika saat market running, anda selalu memperhatikan harga dengan jantung yg berdebar, telapak tangan yg keringatan, cobalah untuk merubah mindset anda, jangan buy/sell karena takut kehilangan kesempatan, selain tidak baik untuk portofolio juga tidak baik untuk kesehatan anda sendiri, cobalah untuk bisa menciptakan trading system dimana anda akan merasa nyaman dengannya.
jika kita trade dengan benar, uang akan datang dengan sendirinya...
share on: facebook
Road to become a Full Time Trader
artikel ini cuma pengalaman pribadi saya dalam cari makan di bursa, karena banyak member yg minta tips2 bagaimana trading for a living, semoga bisa bermanfaat..
sejak SMP Saya sudah terobsesi menjadi seorang pemain saham, saya mulai trading tahun 1998 saat masih kuliah, awalnya cuma main kecil-kecilan , karena saya mengambil jurusan akuntansi maka pada awalnya dasar pengambilan keputusan saya adalah mencari perusahaan yang memiliki laba yang terbaik, saat itu saya belum tau istilah analisa fundamental, cuma berdasarkan logika ku sebuah perusahaan yg punya laba yang bagus
pasti akan naik harga Sahamnya
Saat itu saya juga sdh membuat program di excel yang otomatis akan menghitung ROI , EBITDA, PER, EPS dll pada saat Kita menginput data sales dan cost. Saat itu internet belumlah menjadi barang yang umum seperti skr, sehingga untuk mencari data saya harus ke warnet untuk mengumpulkan data.
Saat itu belum ada yang namanya seminar saham, buku trading juga belum ada di gramedia. Sehingga praktis saya menjadi guru bagi diri sendiri, semua kesalahan konyol yang dilakukan oleh newbie sdh pernah saya lakukan, mulai dari avg down, mendengarkan tips dari orang lain, menjadikan seseorang di forum sebagai idola / master dan mengikuti secara membabi-buta semua rekomendasinya dll.
Jangan berpikir pada awal trading, saya sudah berhasil chuan secara konsisten, yang Ada malah nyangkut, terjebak pada saham yang tidak Ada bid-offernya , perkembangan portofolio juga seperti roller coaster, naik-turun dengan liar-lebih banyak turunnya malah.
Setelah selesai kuliah saya bekerja di sebuah perusahaan, sambil bekerja sambil trading. Saat itu hampir semua gaji diinvestkan ke bursa karena selama masih bujang biaya hidup masih sedikit hehehe, tiap malam bukannya hangout dengan teman, saya malah cuma nongkrong di depan komputer sibuk menganalisa laporan keuangan emiten, mencari saham yang punya prospek bagus.
Sekitar Tahun 2000 saya mengenal metastock, sejak itu saya lebih mengutamakan chart dalam setiap keputusan transaksi. sekitar tahun 2003 setelah modal yang dikumpulkan cukup banyak dan saya sudah bisa mulai gain secara konsisten, saya resign dari perusahaan untuk menjadi full time trader.
sejak awal , saya berusaha disiplin, 'gaji' tiap bulan cuma 1% dari portofolio,perhitungan saya,
1.setiap bulan maksimal tolerance loss saya adalah 5 % dari portofolio (jika
dalam bulan berjalan, loss sdh melewati 3 %, saya akan mengurangi bobot trading)
2. gaji perbulan adalah 1 % dari portofolio
kita ambil situasi yg paling buruk, dalam sebulan max portofolio saya akan berkurang 6 %. artinya butuh 100 / 6 = 16 bulan, sebelum saya jatuh bangkrut.
Gaji 1 % ini mgkn terlalu konservatif. tapi ini adalah level comfort saya.
jika dihitung , setiap kenaikan Rp 1.000.000 dalam portofolio, bulan depannya saya cuma naik gaji Rp 10.000 :)
Pernah ada member yg minta saran saya, katanya hendak berhenti kerja , ingin konsentrasi menjadi full time trader, saran saya : hitung dulu , berapa kira2
kebutuhan hidup anda per bulan (masukkan juga kebutuhan yg mendadak), kemudian kalikan dgn 150. jika saat ini portofolio anda lebih besar dari angka tersebut, anda mungkin boleh mempertimbangkan untuk jadi full time trader, jika lebih kecil sebaiknya jangan dulu. Jangan hanya karena untung yang cukup besar dalam beberapa bulan, anda menjadi terlalu percaya diri. sehingga meninggalkan pekerjaan yg sekarang, too risky.
Juga setelah menjadi full time trader, jika ternyata equity anda malah drop
tinggal 50%. sebaiknya cepat2 mulai mempertimbangkan usaha lain, karena artinya trading tidak cocok untuk anda.
Sampai di sini, pasti ada yg bertanya, jika sudah bisa trade for a living, kenapa masih bikin milis? malah pernah ada yg bilang: kenapa masih mau ngumpulin uang receh bikin milis, sebenarnya awal pendirian milis jsx_trader, karena mencontoh milis di luar. Saya pernah melihat milis yang menjual rekomendasi saham. jadi iseng mencoba menjual rekomendasi juga, ternyata jerih-payah saya dalam menganalisa masih bisa dikomersialkan selain Dari capital gain, tahun 2002-2005 saya sering memberi rekomendasi di sebuah forum saham, meskipun rekomendasinya tepat yang didapatkan cuma ucapan thanks, dengan membuat milis Ini adalah win-win solution, member dapat rekomendasi yang bagus, saya dapat tambahan income dari iuran.
pada saat milis jsx_trader didirikan tahun 2005, di indonesia belum ada yang memberi layanan rekomendasi berbayar, saat ini saya perhatikan telah ada beberapa orang yg memberi servis tsb
--- if you are GOOD at something NEVER do it for free --- (Joker-Dark Knight)
share on: facebook
jsx_trader : behind the scene
"beli BUMI 3400 cl 3175, beli 40% dari perhitungan MM"
pernah kah terpikirkan oleh anda, bagaimana proses sampai muncul rekomendasi seperti itu?
saya coba share bagaimana proses sampai pada keputusan transaksi tsb.
setiap weekend, saya akan menganalisa chart weekly dari sektor2 yg ada, untuk mencari sektor apa yang paling kuat uptrendnya, setelah itu akan menganalisa chart weekly dari saham indivual. tujuannya adalah untuk menentukan saham yang terkuat dari sektor yang terkuat. berdasarkan proses ini saya sudah punya gambaran sektor dan saham apa yang harus diperhatikan selama 1 minggu ke depan.
proses tersebut juga diulangi setiap hari untuk chart daily, setiap malam saya akan menganalisa untuk menentukan saham apa yang layak diperhatikan untuk besok, analisa weekly untuk mendapatkan "big picture" arah trend, sedangkan analisa daily untuk menentukan timing entry dan exit. berdasarkan proses ini saya sdh punya gambarang saham apa yang layak di transaksikan untuk besok.
setelah menganalisa seluruh saham, akan ada beberapa kandidat kuat yang muncul, tapi kita tidak mungkin membelinya semua, saya pribadi maksimal cuma hold 8 jenis saham, agar konsentrasi kita tidak terpecah, oleh karena itu dari semua saham yg memberi sinyal, masih harus disaring lagi, ditentukan mana yang punya potensi kenaikan terbesar, mana yang gerakannya paling cepat, mana yang tingkat risknya paling rendah.
selain itu kita juga perlu memonitor portofolio kita, setiap saat perlu menganalisa kembali saham yg sedang dihold, apakah masih layak untuk dipertahankan, apakah sinyal entry yg muncul saat kita beli masih valid, juga perlu menentukan diantara saham yg kita hold mana yang paling jelek performancenya, jika ada saham yang memberi potensi keuntungan yang lebih cepat, kita jangan ragu-ragu untuk switching.
setiap hari saya juga membuat 3 skenario untuk keadaan market besok.
bagaimana jika market naik sesuai prediksi
bagaimana jika market cuma sideway saja
bagaimana jika market merah karena pengaruh regional.
untuk setiap keadaan yg mungkin terjadi, saya sdh menentukan tindakan apa yang harus dilakukan, mana yang harus dijual, mana yg harus di avg up dll, sehingga bagaimana pun keadaan market yg terjadi besok, saya sudah siap, karena semua kemungkinan action sdh ditentukan sebelumnya.
pada saat market running, saya cuma mengamati dan melaksanakan planning yg ditentukan jika kondisinya sesuai dgn plan, bisa dikatakan selama jam trading adalah masa yang sangat membosankan , karena kita cuma duduk menunggu saja.
jika anda berpikir bahwa seorang trader cukup punya kemampuan untuk menentukan saham apa yg memberi sinyal entry, semoga artikel ini bisa memberi anda bayangan apa saja yang perlu dilakukan seorang trader agar bisa mencapai hasil yang optimal
share on: facebook
When You Loss
a military commander is like a physician
when a physician trats more and more patients, his medical skill become better and better
in other words,
the more people die from failed treatments, the physician's skill become better
if a military commander does not taste defeat every now and then
how will he know how to fight a victorious battle?
in this world there is no such thing as an evervictorious commander
there is only commander who do not give up after a defeat,
who grow stronger from experience
and who eventually emerge as victors
we have lost this battle, why?
i think the most fundamental reason was
that in recent years we have won too many battles
the army became arrogant, the generals lazy
we - especially i - became conceited and underestimate the enemy
so you see, i think it was time for us to taste the bitterness of defeat
failure is a good thing
failure teaches us how to succeed
failure teaches us how we can achieve victory
failure teaches us how we can conquer world
if a person wants to succeed, he must know when to hold on and when to let go
it is the same as warfare
one must be able to win and also be able to lose
share on: facebook
Mental Trader
1. Pantang Menyerah
menyusun sebuah trading system yang sesuai dengan personality kita membutuhkan waktu, kita tidak bisa asal copy-paste system yang digunakan oleh orang lain, trading system dirancang berdasarkan proses trial and error, sehingga sebelum trading system tercipta kita harus tetap berusaha untuk mencobanya.
2. gigih
trading system yang bagus kadang mengalami losing streak juga, setelah mengalami loss yang beruntun, jika indicator anda memberikan sinyal entry yang bagus apakah reaksi anda? apakah akan tetap melakukan pembelian atau mundur dulu karena masih trauma terhadap loss yang lalu? seorang trader harus tetap konsisten dengan systemnya, jika kita menderita losing streak yang harus kita lakukan adalah memperkecil risk yang diambil dalam trade. yang saya bicarakan adalah system yang sudah teruji selama bertahun-tahun, bukan system yang baru mulai dipakai
3. mental maling
pada saat system kita memberikan sinyal reversal, kita harus segera lari secepat kilat seperti maling yang ketahuan, jangan pernah mencoba untuk sok positive thinking pada saat ada sinyal reversal, jika pun ternyata sinyal reversal itu salah, selalu ada kesempatan untuk entry kembali
4. muka tembok
disekeliling kita pasti ada segelintir orang yang senang menjatuhkan mental orang lain. ada orang yang hobynya menghina apapun yang kita lakukan. perhatikan saja pada saat anda menceritakan saham yang anda beli, pasti ada orang yang memberi respond negatif, makanya sangat dibutuhkan muka setebal tembok agar kita tidak terpengaruh oleh omongan mereka, tapi cara yang paling efektif sebenarnya adalah tidak menceritakan posisi kita kepada siapapun
share on: facebook
Fakta Vs Opini 2
misalkan saat ini anda sedang hold satu jenis saham , karena berdasarkan analisa anda saat ini saham tersebut sedang uptrend karena MACD lagi naik. FAKTA adalah MACD lagi naik.
kemudian anda melihat dow future minus, eropa juga open minus, anda menjadi panik karena mengasumsikan bahwa besok IHSG akan ikut2an minus juga, ini adalah OPINI karena semua asumsi tersebut adalah kesimpulan anda sendiri, kejadiannya sama sekali belum terjadi, anda yang menghubungkan bahwa dow future minus akan menyebabkan dow minus yang pada akhirnya akan menyebabkan IHSG minus akhirnya saham yang anda hold juga akan turun, semua rangkaian kejadian ini adalah opini.
menghadapi kejadian spt ini bagaimana kah reaksi anda? berdasarkan FAKTA saham yang anda hold masih menunjukkan arah uptrend, tapi berdasarkan OPINI anda besok saham tsb akan turun.
sering sekali opini yang terbentuk menyebabkan kita melakukan transaksi , padahal berdasarkan TA sama sekali tidak ada sinyal yang menjadi alasan untuk melakukan transaksi tsb.
seorang trader yang pro harus konsisten dalam setiap pengambilan keputusannya, jika anda adalah seorang chartist maka setiap transaksi harus berdasarkan system yang anda buat, jika kita membeli saham karena ada sinyal beli, artinya saat cuma bisa menjual jika sdh ada sinyal jual. sinyal reversal. jangan berdasarkan perasaan/opini anda atas kondisi market
share on: facebook
Trader's weakest moment
saat winning streak seorang trader cenderung akan kehilangan disiplin, sikap waspadanya hilang, toh beli saham apapun pasti naik, money management sudah tidak diperhatikan lagi, margin digunakan sampai maksimal. sebaliknya pada saat menderita loss trader akan sangat waspada, semua pembelian pasti akan dipertimbangkan dengan baik karena mereka berusaha menghindari loss lagi.
tapi memang ada special case untuk trader yg berjiwa gambler, semakin loss mereka malah akan semakin serampangan untuk menutupi lossnya, yang malah akan semakin menghancurkan portofolionya, yang saya maksudkan adalah trader yang selalu berpatokan pada pengendalian risk.
berdasarkan pengalaman pribadi saya, semakin beruntun gain yg kita dapatkan semakin berkurang tingkat kewaspadaan kita, sehingga pada akhirnya kita akan mengalami loss yg lebih besar dari risk yg biasa kita ambil. sehingga sekarang saya selalu berusaha disiplin, bagaimanapun bullishnya market, pengendalian risk tetap yg utama, bisa beli lebih sedikit, tapi yg paling penting kita masih sanggup menanggung risknya.
kita harus selalu waspada, tapi saat market sedang bullish kita harus lebih waspada karena inilah saat kita paling sering melakukan kesalahan konyol
good luck
share on: facebook
Fakta vs Opini
untuk mencapai hasil trading yg optimal kita harus mampu membedakan antara fakta mengenai pergerakan harga dengan opini kita mengenai saham tersebut,
contohnya MACD yg lagi naik, dalam kondisi seperti ini FAKTANYA adalah saham tersebut dalam keadaan uptrend, OPINI yang biasa muncul dalam keadaan ini adalah harga saham akan naik terus karena MACD sedang naik...
kita harus mampu membedakan apa yang menjadi sebab dan apa yg menjadi akibat, apakah harga naik karena MACD naik, ataukah MACD naik karena harga naik, jangan sampai kita malah terfokus pada indicator sehingga tidak lagi memperhatikan price yg merupakan hal yg paling utama.
dalam menganalisa market, kita bisa terjebak dalam bias karena kita mempunyai posisi, orang yang sedang memegang posisi yg cukup besar, cenderung untuk menghasilkan hasil analisa yg bullish, jika pun hasil analisanya jelas-jelas menunjukkan bahwa kondisi chart saat ini kurang bagus, biasanya mereka malah berusaha mengutak-atik parameter agar setidaknya market cuma kelihatan sideway.
detachment perlu dikembangkan dalam trading saham, agar kita mampu menghasilkan analisa yg bagus, dan juga harus selalu disiplin dalam money management agar dalam setiap trade , risk kita terkendali. orang yang punya posisi yg terlalu risky tidak akan mampu melihat market dengan jernih karena dia dipengaruhi oleh fear/ rasa takut
usahakan dalam melihat market, kita berusaha untuk mengidentifikasi faktanya, apa yg sedang berlangsung di market, bagaimana trend saat ini, dimana support, dimana resistance, itu semua adalah fakta, buatlah keputusan trading berdasarkan fakta-fakta tersebut, bukan berdasarkan harapan kita akan kemana market bergerak
share on: facebook
market cycle
jika harga sudah terlalu tinggi, sudah waktunya dihancurkan. diturunkan sampai harga yang cukup rendah untuk memulai siklus baru lagi.
ini semua adalah hal yang alami dalam bursa saham, jika anda hendak bertahan di bursa, ikutlah dengan siklus tersebut, jika harga sedang naik kita ikut belanja, jika harga mulai turun kita jual.
jangan mencoba melawan market, saat lagi downtrend apalagi koreksi yang kuat, jangan coba2 untuk memprediksi bottom, bottom tidak akan muncul secara tiba-tiba, setelah koreksi market yang cukup parah, market perlu waktu untuk konsolidasi, big player perlu waktu untuk mengumpulkan puing-puing sepihan yang hancur, mereka butuh waktu untuk membeli saham murah sebanyak mungkin tanpa menyebabkan harga naik terlebih dahulu, you know what i mean...
jadi apa yang kita lakukan selama masa tersebut? we wait.... kita memperhatikan market dengan seksama, menunggu masa konsolidasi market, jika belum ada sinyal yang valid, kita menunggu sambil memeriksa trading system kita kembali, melakukan review kembali atas semua transaksi kita. mengembangkan trading system kita, sehingga saat market memulai siklus baru we are more than ready...
share on: facebook
Dealing With Loss
marah? sedih? frustasi? merasa jadi loser? memutuskan berhenti trading saham?
bagaimana reaksi anda pada saat gain ?
senang? bangga? antusias krn akhirnya berhasil mendapatkan rahasia sukses main saham?
cobalah untuk mempelajari apa reaksi anda terhadap loss maupun gain...
jika suasana hati anda seperti roller-coaster seiring dengan pergerakan naik-turun nya harga, mungkin anda perlu introspeksi diri dulu, ini menandakan anda belum berhasil mengembangkan sikap detachment terhadap market.
gain dan loss dalam trading saham bisa dianalogikan sebagai 2 sisi mata uang, saling melekat satu sama lain, jika anda hanya mengharapkan gain saja tanpa bisa menerima loss, trading di bursa saham akan sangat memberikan tekanan psikologis
setiap trader pasti akan mengalami loss, ini bukan menandakan bahwa anda adalah seorang loser, setiap trading system pasti akan menghasilkan wrong signal, bagaimanapun trading adalah permainan peluang, tidak mungkin menghasilkan tingkat kebenaran 100%. cobalah untuk melihat performance system anda, jika tingkat kebenaran adalah 60%, artinya dalam 10 kali transaksi kita akan loss sebanyak 4 kali, jadi mengapa kita harus meratapi loss tersebut jika itu memang adalah hal yang wajar?
pada saat anda bisa menerima loss apa adanya, pada saat itulah performance anda bisa optimal, menerima loss bukan berarti melupakannya, pada saat kita cut loss, pelajarilah apa kesalahan kita, jangan sampai loss tersebut menghancurkan kepercayaan diri kita
mengapa banyak orang yang tidak bisa menerima loss? jawabannya cuma 1, lossnya KEBESARAN , kita semua memiliki batas toleransi kerugian yang bisa kita hadapi, jika lossnya masih di bawah titik tsb kita masih bisa dengan tenang untuk merealisasikannya, tapi umumnya trader pada saat lossnya masih kecil mereka cenderung untuk hold, pada saat loss semakin besar mereka malah semakin tidak mau untuk menjualnya.
disinilah gunanya money management, jangan pernah mengambil risk lebih besar daripada yang siap anda terima, tidak ada resep rahasia dalam trading saham, yang paling utama adalah anda mampu mengendalikan risk, terimalah risk apa adanya, jangan trade lebih dari kemampuan anda menerima risknya, jika anda telah mencapai titik dimana loss adalah hal yang lumrah, loss adalah biaya bisnis, loss seperti umpan yang kita pasangkan di kail untuk mendapatkan ikan yg besar, pada saat itu anda sudah bukan trader amatiran
share on: facebook
Lonely Wolf
too much opinion malah akan membingungkan kita, bayangkan jika setelah melalui analisa saham yang melelahkan, anda memutuskan untuk membeli saham A , setelah transaksi done, anda bertanya kepada teman untuk mencari "second opinion" ternyata teman tsb malah menunjukkan news yang "sepertinya" berpengaruh jelek terhadap saham kita, sebagai akibatnya kita yang awalnya sangat percaya diri atas analisa kita , mulai menjadi ragu, pada saat ada koreksi sedikit saja, kita mungkin akan segera menutup posisi meskipun belum sampai menyentuh trailing stop.
seorang trader yang paling hebat sekalipun masihlah seorang manusia, kita gampang dipengaruhi oleh opini yang dibentuk oleh orang lain, yang mana ini malah akan mengacaukan semua hasil analisa kita, jesse livermore selama jam trading tidak mau diganggu oleh siapapun, darvas performance nya optimal saat dia cuma menerima telegram berisikan harga saham tanpa dibumbui opini siapapun.
saya juga berusaha untuk menutup diri dari opini orang lain, untuk itu saya menggunakan jasa asisten yang bertugas untuk mengirimkan rekomendasi dan berhubungan dengan member, dia yg bertugas menyaring info yg sampai ke saya, hanya pertanyaan dari member yang minta diliatkan saham tertentu saja yg diteruskan kepada saya.
saya sadar saya masihlah manusia biasa yang gampang terpengaruh oleh opini orang lain, krn itu saya tidak mau baca berita ekonomi di koran, tidak mau tau rekomendasi dari siapapun, saya tidak baca riset dari broker manapun, yang saya butuhkan cuma data OHLC saja untuk dianalisa.
so jika ingin sukses di bursa saham , be a lonely wolf, jangan pernah diskusikan posisi kita dengan orang lain.. good luck
share on: facebook
Crazy Little Thing Called Right
jika dalam 2-3 transaksi , sinyal yg dihasilkan oleh indicator tersebut salah, mereka biasanya buru-buru menyimpulkan bahwa indicator TA tersebut bukan yang terbaik, dan segera mulai lagi menggunakan indicator yg lain.
perlu disadari bahwa gain kita tidak berhubungan langsung dengan persentase kebenaran prediksi, malahan berdasarkan pengalaman saya, semakin bagus performance(semakin besar persentase gain bulanan) persentase transaksi yang salah semakin besar. persentase gain bulananku yg terbaik malah memiliki tingkat kesalahan 65%, artinya dari 10 transaksi cuma 3-4 transaksi yg benar, kenapa bisa demikian?
trading system ku menggunakan system avg up, artinya dana ditumpuk pada transaksi yang sudah gain, semakin naik harga saham tsb selama belum menyentuh trailing stop akan terus ku tambah, jadi jika semua cash sudah habis, terpaksa saham-saham yang belum bergerak yang dikorbankan, meskipun para masih di titik BEP maupun loss dikit. makanya dalam performance bulanan, titik kebenaran rendah karena banyak saham yg dijual rugi.
sehingga, daripada terobsesi mengejar persentase kebenaran yag tinggi, lebih baik kita fokus pada bagaimana caranya memanage portofolio agar saham yang kita hold adalah the fastest gainer
Good Luck
share on: facebook
Growing Big
setiap trader harus punya prinsip " I will grow big " , jika modal anda saat ini masih sama dengan modal 3-4 tahun lalu, something is wrong, artinya kita cuma kerja sia-sia, segeralah perhatikan trading system anda, sebuah trading system yang bagus bertugas untuk memberikan gain secara konsisten.
salah satu cara yang akan membimbing kita dalam mengembangkan portofolio adalah dengan menetapkan TARGET, kita harus menetapkan dalam setahun modal kita akan berkembang berapa besar, target ini kemudian di break-down menjadi target bulanan, setiap akhir bulan kita harus mengevaluasi kinerja kita, agar kita bisa segera menemukan kelemahan system kita.
target membantu kita tetap fokus pada tujuan, dan juga memacu kita untuk selalu menganalisa historical transaksi, sejak menentukan target bulanan, portofolio saya mampu berkembang secara konsisten, namun perlu juga disadari, kita pasti akan mengalami loss juga, modal berkurang adalah sesuatu yang wajar, yang paling penting kita tetap fokus pada tujuan kita, kemunduran sedikit tidak masalah, sepanjang kita sudah punya big picture, kemana portofolio kita akan berkembang.
share on: facebook
Art of Trading
Tenang seperti hutan
Ganas seperti api
Diam seperti gunung
itu adalah prinsip perang yang diajarkan sun tzu dalam art of war, bursa saham bisa dianalogikan sebagai medan perang, kita bisa menerapkan prinsip tersebut dalam trading juga
1. Cepat seperti angin
kita harus cepat menerapkan trading plan kita, tanpa ragu-ragu. tentunya trading plan yang dimaksud disini adalah semua rencana yang telah kita tetapkan secara seksama berdasarkan trading system kita, rencana yang telah disusun dengan kepala dingin , saat market lagi close, jangan berharap bisa menyusun plan yang masuk akal saat market sedang running.
jika sinyal sudah confirm segera laksanakan, jangan menunda-nunda lagi, mencoba untuk melakukan second analysis lagi, semua pertimbangan seharusnya dilakukan saat market close.
jika saatnya beli, BELI
jika saatnya cut loss, CUT LOSS
never hesitate !
2. Tenang seperti hutan
pada saat kita sudah punya open position, awasilah posisi tersebut dengan tenang, perhatikan bagaimana pergerakannya, waspada dengan trailing stop yang sudah kita tetapkan, tidak perlu bertanya kepada orang lain tentang posisi kita, posisi sdh open, meminta pendapat orang lain hanya akan mengacaukan analisa kita, hal yang paling sulit dalam trading adalah tidak melakukan apapun, saat posisi kita sedang gain, kadang kita ingin sekali untuk take profit takut gainnya hilang saat market balik arah, harga baru turun 2-3 poin dari high kita sudah tidak tenang, sudah mulai panik, apakah penurunan masih akan berlanjut, bagaimana dengan unrealized profit, apakah harus segera diamankan, kadang saat kita terlalu panik, kita malah menutup posisi yang baru gain sedikit.
3. Ganas seperti api
dalam masa uptrend yang kuat, kita harus menyerang dengan sekuat tenaga, membeli dengan full power, bahkan dengan margin, tapi tetap harus disiplin pada money management, jangan mengambil risk yang kebesaran, besarnya porsi pembelian kita harus disesuaikan dengan kondisi market, saat market lagi up, cari saham yang naik paling kencang, alokasikan dana kita sebesar mungkin di saham tersebut.
4. Diam seperti gunung
ini adalah kebalikan dari prinsip yang ketiga, jika tidak ada sinyal entry sama sekali, kita tidak melakukan apa pun, seorang trader tidak harus setiap hari transaksi, jika tidak ada sinyal kita wait saja, belajarlah untuk menanamkan disiplin tidak melakukan apapun.
kemenangan dalam perang ditentukan dengan penerapan strategi yang pada tempatnya, yang paling penting pahami dulu apa kondisi yang berlaku saat ini dan terapkan strategi yang tepat, bayangkan jika anda diam seperti gunung saat saham kita sedang downtrend, menyerang seperti apa saat market sedang bear, ataukan bergerak secepat angin saat saham kita naik 1 poin.
good luck
share on: facebook
Trading is Simple
B : "don't buy anything.."
Trading saham sebenarnya simple sekali, yang paling penting saat dalam bermain saham kita sdh memiliki trading system, yang perlu kita lakukan hanyalah mengikuti system yang telah kita buat.
jika waktunya beli saham, kita buy...
jika waktunya cut loss, kita cut loss..
jika waktunya take profit, kita take profit..
yang menyebabkan trading saham kadang sangat membingungkan/ membuat frustasi, adalah kita tidak disiplin mengikuti sinyal dari system trading kita, contoh : berdasarkan chart saham, sangat jelas market dalam kondisi downtrend, system kita tidak menghasilkan entry sinyal sama sekali, bukannya kita disiplin menunggu sampai ada sinyal, kita malah berusaha menciptakan system baru yang bisa menghasilkan sinyal buy... aneh kan ?
trading system adalah master plan dari trading kita, sebelum anda mulai trading saham dengan serius,ataukah menjadi full time trader pastikan kita telah merancang trading system yang akan menjadi kompas bagi kita, sebuah trading system tidak mungkin langsung sempurna, perbaikan pasti dilakukan , sedikit demi sedikit kita pasti akan mampu menghasilkan trading system yang handal, yang paling penting saat system kita tidak menghasilkan sinyal apa pun, jangan langsung di rombak...
good luck
share on: facebook
Analisa saham dan money management dalam trading saham
dalam main saham / tradng saham hal ini juga sama, selama ini banyak orang yang cuma terfokus pada "bagaimana mendapatkan uang di market" sibuk belajar TA untuk menentukan entry-exit yg mampu memberikan return optimal, tapi kurang memberikan perhatian pada "bagaimana mempertahankan uang yang sudah didapat dari market" bukankah akan sia-sia jika gain yang telah kita peroleh , malah harus dikembalikan ke market lagi gara2 loss.
penguasaan analisa teknikal yang mumpuni barulah sebagian dari syarat untuk sukses main saham, itu harus dibarengi dengan perhitungan money management + pengendalian psikologi untuk mempertahankan gain / melindungi modal kita.
Money Management membantu agar dalam setiap transaksi saham, risk kita terkendali, sehingga jika analisa saham kita salah, modal kita cuma akan berkurang sedikit, loss tidak masalah asalkan masih lebih besar daripada gain.
trading saham hanya mengandalkan kemampuan analisa saham untuk menentukan timing entry-exit saja belum cukup, perhatikan pula risk control kita, agar uang yang telah kita dapat, tidak gampang direbut orang lain
good luck
share on: facebook
Self Sabotage
semua tantangan itu membutuhkan konsentrasi kita dalam pengambilan keputusan agar return kita optimal, ironisnya kadang kita malah tidak terfokus pada hal-hal yang perlu dilakukan, kita malah sibuk menyabotase diri sendiri.
jika melihat saham yang mulai naik, kita sibuk meyalahkan diri sendiri, kenapa tidak membelinya kemarin saat harga terendah.
jika saham yang kita beli malah turun, kita menyalahkan diri sendiri kenapa terpancing untuk beli saham ini.
jika saham yang kita hold saat ini sudah gain, ternyata mulai turun, kita mulai menyesal kenapa tidak take profit di high
masih banyak lagi contoh lainnya...
trading saham bukan mengenai perfectionisme, bukan mengenai buy at bottom dan sell at top, dengan menganalisa historical chart memang gampang sekali untuk menentukan top dan bottom, tapi kita tidak bisa trading dengan menggunakan data historical.
jika keputusan trading kita salah, jangan terfokus pada kesalahan tsb, jangan sibuk menyesalinya dan menyalahkan diri sendiri, ambil pelajaran dari kesalahan tersebut, dan move on . sibuk menyesali kesalahan yang kita buat hanyalah menyia-nyiakan energi kita, yang malah akan menjauhkan kita dari peluang berikutnya.
good luck
share on: facebook
Trader Canggih
closingnya dia bilang, bergabung aja dengan kami pak, jadilah trader canggih , malu tidak ikuti perkembangan jaman, trading itu asyik karena kita tidak terikat tempat, bisa trading di mana pun.
dengar presentasinya aku cuma bisa melongo, jadi kepikiran berapa banyak orang yang termakan presentasi seperti ini, cuma agar bisa dicap trader canggih beralih trading lewat BB. Trading saham lewat BB adalah pilihan terakhir jika anda adalah profesional sibuk yang tidak bisa stand-by di depan monitor sepanjang trading hour. trading lewat BB memang sangat membantu bagi rekan-rekan yang punya pekerjaan utama selain trading.
tapi bagi seorang full time trader, jadilah seorang trader yang ketinggalan jaman :p . jika anda seorang full time trader jangan coba-coba berkeliaran di mall selama jam trading, ini pekerjaan utama kita, fokus pada running trade bukan hal yang lainnya.
aku pakai PC dengan spec yang lumayan tinggi, dual monitor, dibantu laptop. trus ada PC back-up untuk jaga2 jika PC utama crash. internet pake spedy, dgn back-up modem IM2 + modem telkomnet instan. genset juga sudah kusiapkan in case listrik padam, jika semuanya tidak berfungsi , aku masih bisa input order lewat HP. masakan semuanya kuganti dengan BB spy bisa dicap trader canggih ?
trading pakai BB sangat membantu untuk para trader yang sibuk di luar kantor, tapi bagi seorang full time trader malah mengurangi performance kita, terpaksa tetap menjadi trader yang ketinggalan jaman hehehe.
share on: facebook





